Bab
4
Gerak Melingkar
Setelah mempelajari bab ini, kamu mampu
• memprediksi besaran-besaran fisika pada gerak melingkar beraturan dan gerak melingkar berubah beraturan.
Kata Kunci
| • gerak melingkar | • kecepatan sudut | • percepatan radial |
| • radian | • percepatan sentripetal | • laju linier |
ernahkah kamu pergi ke taman bermain dan menaiki permainan komedi putar seperti pada gambar di samping?
|
Jika pernah, apa yang kamu rasakan saat ia bergerak? Pada awalnya, alat akan bergerak perlahan-lahan dalam lintasan yang berputar atau membentuk lingkaran. Saat itu kamu akan merasa tidak enak. Beberapa saat kemudian, kecepatan bertambah sehingga sudut putarannya tetap dan kamu mulai terasa nyaman. Gerakan yang dilakukan oleh alat komedi putar ini disebut sebagai gerak melingkar.
Sebenarnya apakah gerak melingkar itu? Apakah perbedaannya dengan gerak lurus yang telah kamu pelajari di Bab 3? Pada bab ini, kamu akan membahas dua jenis gerak melingkar, yaitu gerak melingkar beraturan dan gerak melingkar berubah beraturan.
Sumber: www.jamtardia.com
Gambar 4.1 Alat bermain komedi putar melakukan gerak melingkar.
4.1 Gerak Melingkar Beraturan
Pada gerak melingkar beraturan, benda bergerak pada lintasan berbentuk lingkaran dengan laju tetap. Kecepatannya berubah terus-menerus sesuai posisinya pada lingkaran tersebut. Gambar 4.3 menunjukkan sebuah partikel A bergerak dengan laju tetap pada lintasan lingkaran dengan jari-jari r. Arah kecepatannya selalu berubah. Contoh gerak melingkar beraturan dapat kamu temukan pada gerak jarum arloji dan gerak satelit pada orbitnya.
Sumber: creative.gettyimages.com Gambar 4.2 Gerak roda sepeda merupakan gerak melingkar.
|
|
Bab 4 Gerak Melingkar 63
v v Bagaimana dengan percepatan benda yang melakukan gerak melingkar beraturan? Berbeda dengan gerak lurus beraturan yang
v percepatannya bernilai nol, benda yang bergerak melingkar
r beraturan mempunyai percepatan meskipun laju benda tetap.
Mengapa demikian? Kamu tentu masih ingat bahwa percepatan
r akan selalu muncul bila terjadi perubahan kecepatan, baik perubahan dalam hal besar ataupun arah kecepatannya.
v
Gambar 4.3 Gerak melingkar
a ∆v
∆t
|
(4.1)
beraturan pada sebuah benda kecil.
Berdasarkan definisi percepatan ini, arah kecepatan benda yang selalu berubah pada gerak melingkar beraturan akan
menimbulkan percepatan. Tidak demikian halnya dengan gerak lurus beraturan, di mana laju dan arah gerak benda tidak berubah sehingga percepatannya tidak ada.
4.1.1 Besaran Fisis pada Gerak Melingkar Beraturan
Sebuah roda sepeda yang berputar akan mengalami gerak melingkar dengan poros yang tetap. Jika sebuah partikel bergerak berputar bersama roda, tahukah kamu bagaimana cara mengukur kecepatan dan percepatan partikel? Untuk dapat menjawabnya kamu harus tahu dulu karakteristik gerak melingkar. Uraian berikut akan menjelaskan beberapa besaran fisis pada gerak melingkar.
a. Besaran Sudut (q)
Gambar 4.4 menunjukkan sebuah partikel yang bergerak mengelilingi sebuah lingkaran dengan jari-jari r. Sejauh manakah partikel tersebut bergerak mengelilingi lingkaran? Posisi partikel berpindah sebesar q setelah benda bergerak sejauh s pada keliling lingkaran. Besar sudut q dinyatakan dalam derajat tetapi pada gerak melingkar ini, sudut q dinyatakan dalam radian. Satu radian (rad) adalah sudut di mana panjang busur lingkaran (s) sama dengan jari-jari lingkaran tersebut (r). Jika s = r, q bernilai 1 rad. Secara umum, besaran sudut q dituliskan seperti berikut.
|
s
r (4.2)
di mana r = jari-jari lingkaran (m), s = panjang busur lingkaran
(m), q = sudut (rad)
s Apakah satuan radian dapat diganti dengan satuan derajat atau r sebaliknya? Jika diperhatikan, satu lingkaran penuh adalah 360º q dan nilai ini sama dengan panjang busur untuk satu keliling
r lingkaran yaitu
s = 2pr
dan dengan persamaan (4.2) diperoleh
Gambar 4.4 Partikel bergerak
|
r = 2p rad
sejauh s pada lintasan lingkaran dengan jari-jari r, dengan posisi sudut q.
dan 1 putaran = 360º = 2p rad
sehingga 1 rad = 360 º = 57,3º
2π
|
|
64 Fisika dan Kecakapan Hidup untuk SMA
Contoh Soal 4.1
Seekor burung elang yang terbang dapat melihat dengan jelas mangsanya di tanah dengan sudut pandang sebesar 2 ¥ 10–4 rad.
a. Ubahlah sudut pandang tersebut ke dalam satuan derajat!
b. Jika burung tersebut terbang pada ketinggian 100 meter, berapa ukuran benda terkecil yang mampu dilihat dengan jelas oleh burung tersebut?
Penyelesaian
a. 1 rad = 57,3º q
q = 2 ¥ 10–4 rad
= 2 ¥ 10–4 ¥ 57,3º
q = (1,1 ¥ 10–2)º
b. Untuk sudut q yang kecil, jarak linier dianggap r
sama dengan panjang busur
|
s
r fi s = q r = (2 ¥ 10–4)(100) = 2 ¥ 10–2m = 2 cm
Jarak linier
= Panjang busur
b. Kecepatan dan Laju Sudut (w)
Pada gerak melingkar, besaran yang menyatakan seberapa jauh benda berpindah (s) dalam selang waktu tertentu (t) disebut sebagai kecepatan anguler atau kecepatan sudut (w). Kecepatan sudut ini terbagi atas kecepatan sudut rata-rata dan kecepatan sudut sesaat. Kecepatan sudut rata-rata dituliskan sebagai
|
∆t (4.3)
Sedangkan kecepatan sudut sesaat dinyatakan sebagai.
= Lim ∆
∆t
(4.4)
Satuan kecepatan sudut adalah rad/s. Selain satuan ini, satuan kecepatan sudut dapat pula ditulis dalam rpm (rotation per minutes) di mana 1 rpm = 2p rad/menit
= p/30 rad/s. Sementara itu, nilai atau besarnya kecepatan sudut disebut sebagai laju sudut.
c. Periode (T)
Waktu yang dibutuhkan oleh suatu benda untuk bergerak satu putaran disebut periode dan diberi lambang T. Jika kecepatan anguler benda yang bergerak melingkar adalah (w), waktu yang dibutuhkan untuk menempuh satu putaran dinyatakan oleh
perpindahan anguler
T = kecepatan anguler
T = 2π
atau
= 2π
T
(4.5)
|
|
di mana T periode (s), w = kecepatan sudut (rad/s), dan 2p = perpindahan anguler untuk satu putaran.
Bab 4 Gerak Melingkar 65
Jika jumlah putaran benda dalam satu sekon (frekuensi putaran) dinyatakan sebagai f, diperoleh hubungan
1
T = f
(4.6)
Masukkan persamaan (4.6) ke persamaan (4.5), dan diperoleh
w = 2pf (4.7)
di mana T = periode (s), f = frekuensi (1/s), dan w = kecepatan sudut (rad/s).
d. Kecepatan dan Laju Linier
Gambar 4.3 menunjukkan sebuah benda bergerak melingkar pada sebuah lintasan dengan jari-jari r. Pada saat t = 0, benda berada di titik A. Setelah bergerak dalam selang waktu Dt, benda berada di titik B. Dalam selang waktu Dt, terjadi perubahan posisi di sepanjang busur lingkaran AB, yaitu Ds dan perubahan sudut sebesar Dq. Perubahan posisi benda sepanjang busur lingkaran (Ds) dalam selang waktu Dt didefinisikan sebagai kecepatan linier (v). Arah kecepatan linier selalu berubah, yaitu tegak lurus terhadap jari-jari lintasan atau selalu menyinggung lintasannya. Sedangkan nilai kecepatan linier atau laju linier tetap. Satuan kecepatan dan laju linier adalah m/s. Rumus persamaan
|
untuk laju linier rata-rata (–) adalah
|
v ∆s
v ∆t
(4.8)
B tasan menjadi 2pr dan selang waktu tempuhnya menjadi T.
Persamaan kecepatan atau laju linier menjadi
|
Ds
r
C Dq
v 2π r
|
T
(4.9)
A
Gambar 4.6 Kecepatan linier pada gerak melingkar.
di mana T adalah waktu yang dibutuhkan benda untuk bergerak
satu putaran. Kecepatan linier benda dapat juga dituliskan dalam bentuk
v = 2pfr (4.10)
di mana f adalah frekuensi benda dalam selang waktu satu sekon.
Contoh Soal 4.2
Sebuah benda bergerak melingkar. Dalam 20 sekon, benda melakukan putaran sebanyak 80 kali. Tentukan periode dan frekuensi gerak benda tersebut!
Penyelesaian
a. T = waktu tempuh total jumlah putaran
= 20 = 0, 25 s
80
b. Frekuensi (f)
1 1
f = T
= 0, 25 = 4 Hz
|
|
66 Fisika dan Kecakapan Hidup untuk SMA
a. Kecepatan Linier dan Kecepatan Sudut
Gambar 4.6 menunjukkan partikel P pada bidang-xy bergerak pada lintasan dengan jari-jari r. Jarak yang ditempuh partikel setelah bergerak dalam selang waktu Dt adalah Ds, sedangkan besar sudut perpindahan (Dq):
y
P
r Ds
∆ =
∆s
r (4.11)
Dq Q
x
Jika ruas kiri dan kanan pada persamaan (4.11) dibagi dengan r
Dt, diperoleh persamaan
∆
∆t
= ∆s r∆t
(4.12)
Gambar 4.6 Kecepatan linier
r ∆ = ∆s
(4.13)
pada gerak melingkar.
∆t ∆t
Untuk Dt mendekati nol, sudut yang ditempuh oleh partikel sangat kecil
sehingga ∆ menjadi kecepatan sudut sesaat.
∆t
lim ∆s = rlim ∆ (4.14)
∆t ∆t
Sementara itu
|
|
Gerak melingkar dapat juga dibaca pada situs:
lim ∆s = v
∆t
dan
lim ∆
∆t
http:/www.physicsclassroom. com/mmedia/ciremot/ucm.
sehingga diperoleh
v = wr (4.15)
html
Contoh Soal 4.3
Sebuah partikel bergerak melingkar beraturan dengan jari-jari lintasan 70 cm. Dalam waktu 20 sekon, benda tersebut melakukan putaran sebanyak 40 kali.
a. Tentukan periode dan frekuensi putaran!
b. Berapa laju linier benda tersebut?
c. Hitung kecepatan sudut benda berikut?
Penyelesaian
a. Periode dan frekuensi putaran
Jumlah putaran = 40 kali
Waktu total yang dibutuhkan = 20 sekon
Waktu untuk satu putaran 20/40 = 0,5 sekon.
Frekuensi (f) = 1 = 1 = 2 Hertz
v v
v • 70 cm
T
b. Laju linier benda
0, 5
v = 2pfr = 2(3,14)(2)(0,7) = 8,8 m/s v
c. Kecepatan sudut benda,
v = wr
w = v = (8, 8 )
r (0, 7 )
= 12,6 rad/s
|
|
Bab 4 Gerak Melingkar 67
f. Percepatan Sudut (a)
Percepatan sudut adalah perubahan kecepatan sudut dibagi selang waktu yang dibutuhkan untuk perubahan tersebut. Percepatan sudut dapat juga dinyatakan sebagai percepatan sudut rata-tata dan percepatan sudut sesaat. Satuan percepatan sudut adalah rad/s2.
= 0
t
= ∆
∆t
|
(4.16)
di mana w = kecepatan sudut akhir (rad/s), w0 = kecepatan sudut awal (rad/s),
– 2
t = waktu (sekon), dan a = percepatan sudut rata-rata (rad/s )
Percepatan sudut sesaat dinyatakan sebagai
= lim ∆
∆t
Contoh Soal 4.4
Sebuah motor listrik berada dalam keadaan diam, kemudian dipercepat dalam selang waktu 400 sekon sehingga kecepatan sudutnya mencapai 15.000 rpm. Tentukan percepatan sudut motor listrik tersebut!
Penyelesaian
1 rpm = 2p/60 rad/s
w0 = 0 rpm
w1 = 15.000 rpm = 15.000 ¥
2π rad/s =1.570 rad/s
60
= 0 = ∆ = 1570 =3,925 rad/s2
t ∆t
400
|
g. Percepatan Sentripetal
|
A Meskipun suatu benda bergerak melingkar dengan laju
1 tetap namun arah gerak benda tersebut selalu berubah. Akibat
|
Ds adanya perubahan arah gerak ini, muncul percepatan yang
Dq
|
2
P v
Dv = v2–v1
v
r
C
(a)
1
2
mengarah pada pusat lingkaran dan disebut percepatan sentripetal (a ). Percepatan ini searah dengan jari-jari lingkaran sehingga disebut percepatan radial. Namun, mengapa percepatan sentripetal selalu mengarah ke pusat lingkaran dan berapa besarnya percepatan tersebut?
Untuk menjawab kedua pertanyaan ini, perhatikan Gambar
4.7. Sebuah benda bergerak melingkar pada sebuah lintasan
O
dengan jari-jari r dan laju tetap. Dalam selang waktu Dt, benda
bergerak dari A ke B menempuh jarak Ds dengan perubahan sudut Dq (Gambar 4.7a). Ambil titik O di luar lingkaran dan
|
|
Q gambarkan vektor pada pada v1
dan v
kemudian hubungkan P
(b)
dan Q sehingga v
merupakan resultan vektor Dv dan v1. Vektor
Gambar 4.7 Perubahan kecepatan benda pada gerak melingkar beraturan.
Dv merupakan perubahan vektor kecepatan dalam selang waktu
Dt (Gambar 4.7b) atau Dv = v2 – v1. Bila Dt mendekati nol, Ds
dan Dq kecil sekali sehingga vektor v2 dan v1 sejajar. Jadi, Dv
|
|
68 Fisika dan Kecakapan Hidup untuk SMA
|
|
dapat dikatakan tegak lurus terhadap v
dan v
sehingga Dv mengarah ke pusat
lingkaran atau searah jari-jari lingkaran dan menimbulkan percepatan sentripetal. Untuk menentukan besarnya percepatan sentripetal tersebut, perhatikan kembali Gambar 4.7a dan 4.7b. Oleh karena CA ^ v1 dan CB ^ v2, diperoleh
∆v = ∆s v r
atau
∆v v∆s
= r (4.18)
Jika ruas kiri dan kanan persamaan 4.18 dibagi dengan Dt, diperoleh.
∆v =
∆t
v∆s r ∆t
Apabila Dt mendekati nol,
lim ∆v = v = lim ∆s
∆t r ∆t
Sementara itu,
lim ∆v = as
∆t
sedangkan lim ∆s = v
∆t
sehingga diperoleh
a v v v2 (4.18)
s = r
dan = r
dan v = wr serta
2
= 2π
T
sehingga persamaan (4.18) dapat ditulis
atau
( r )
as = r
= 2 r
(4.19)
|
|
as = (2π ) r =
4π 2 r
T 2
(4.20)
Dalam laboratorium, untuk menentukan besarnya percepatan suatu benda biasanya digunakan accelerometer. Tetapi bagaimana membuktikan arah percepatan sentripetal menuju ke pusat lingkaran?
Tempatkan sebuah lilin vertikal di tengah-tengah sebuah gelas terbuka (Gambar 4.8) . Pada saat gelas dipegang dan benda diam, nyala lilin akan mengarah ke atas. Akan tetapi bila gelas berisi lilin diputar hati-hati sehingga gelas bergerak melingkar dengan laju konstan, arah nyala lilin tidak lagi mengarah ke atas tetapi ke sumbu perputarannya. Keadaan ini menunjukkan adanya percepatan pada nyala api saat bergerak pada lintasan lingkaran. Arah percepatan tersebut mengarah pada sumbu perputaran seperti ditunjukkan oleh nyala api lilin.
Gambar 4.8 Arah percepatan sentripetal.
|
|
Bab 4 Gerak Melingkar 69
Contoh Soal 4.5
Sebuah bola dengan massa 100 gram diikatkan pada seutas tali, kemudian diputar horizontal dengan jari-jari 0,7 m. Bola melakukan putaran
Penyelesaian
f = 2 Hz; r = 0,7 m
v = 2pfr = 2(3,14)(2)(0,7) = 8,8 m/s
sebanyak dua kali dalam selang waktu satu detik.
Tentukan besarnya percepatan sentripetal bola
|
a = v
(8, 8 )2
tersebut!
r = (0, 7 ) = 110,6 m/s2
Aktif Bereksperimen 4.1
Kecepatan dan Percepatan Gerak Melingkar Beraturan
Tujuan : Mengamati gerak melingkar beraturan, menentukan arah kecepatan, dan percepatannya.
Peralatan : Bola plastik/bola bekel (10–20 gr), beban (50–100 gr), sekrup kecil berkait, benang, gunting dan silinder kayu (diameter 3 cm, panjang 10 cm sedangkan diameter lubang 2 mm).
Metode
1. Memasang sekrup pada bola bekel dan mengikatkan salah satu ujung benang pada sekrup.
2. Memasukkan ujung benang yang satu lagi ke dalam silinder kayu, kemudian mengikat beban pada ujung benang tersebut.
3. Memutar bola bekel dengan jari-jari lintasan yang tetap seperti gambar di samping.
4. Mengamati gerak benda.
5. Memutar silinder kayu lebih cepat dan mengamati beban dan jari-jari lintasan.
6. Memotong benang antara silinder kayu dan beban (minta bantuan teman), sementara kamu tetap memutar bola bekel dengan putaran yang tetap.
7. Perhatikan arah gerakan bola bekel setelah benang dipotong.
Analisis
Tuliskan kesimpulanmu mengenai hal-hal sebagai berikut.
1. Arah kecepatan linier pada gerak melingkar
Gambar 4.9 Skema percobaan.
|
|
2. Pengaruh laju anguler terhadap jari-jari lintasan bila beban tetap
3. Arah percepatan sentripetal.
h. Percepatan Sentripetal dan Percepatan Sudut
Misalkan sebuah benda yang bergerak melingkar dalam selang waktu Dt berubah kecepatan sudutnya sebesar Dw, sehingga kecepatan linier benda berubah sebesar Dv. Persamaan 4.15 dapat ditulis menjadi
Dv = r Dw (4.21) Bila ruas kiri dan kanan persamaan 4.21 dibagi dengan Dt maka diperoleh
persamaan
∆v = r ∆ (4.22)
∆t ∆t
70 Fisika dan Kecakapan Hidup untuk SMA
Untuk Dt mendekati nol, maka
lim ∆v = r lim ∆
∆t
Sementara itu,
lim ∆v = a
∆t s
∆t
sedangkan lim ∆ = a
∆t
sehingga diperoleh hubungan antara percepatan sudut dan percepatan sentripetal.
|
|
= ra (4.23)
4.1.2 Gerak Melingkar Beraturan dalam Kehidupan Sehari-hari
Banyak sekali ditemukan penerapan gerak melingkar beraturan dalam
Padi
kehidupan sehari-hari misalnya pada mesin penggiling padi. Mesin ini
terdiri atas mesin penggerak dan satu mesin penggiling. Pada mesin penggerak dijumpai dua buah roda sepusat
dengan diameter yang berbeda. Roda dengan diameter w2
|
yang besar (r ) disebut roda gila (flywheel), sedangkan r
|
|
roda dengan diameter yang lebih kecil (r ) disebut roda w1
penggerak sabuk karena pada roda inilah sabuk 2
w3
|
sabuk
3
ditempatkan. Roda gila dan penggerak sabuk mempunyai sumbu yang sama pada saat diputar kedua roda ini mempunyai kecepatan sudut (w) yang sama dengan arah putar yang sama pula.
w1 = w2 (4.24) Sehingga diperoleh hubungan
(a) (b)
a. Mesin penggerak
b. Mesin giling
Gambar 4.10 Roda-roda pada mesin penggiling padi.
v1 v2
r1 = r2
(4.25)
|
|
Pada bagian penggiling padi, sebuah roda dihubungkan dengan roda penggerak sabuk menggunakan sabuk. Tujuannya adalah agar perputaran mesin penggiling dapat mengupas kulit padi. Apabila tidak terjadi slip antara sabuk dengan roda-roda tersebut, roda penggerak sabuk (roda 1) dan roda mesin penggiling (roda 3) mempunyai kelajuan linier yang sama.
v1 = v3 (4.26)
sehingga diperoleh hubungan
w1 r1 = w3 r3 (4.27) Jika r3 > r1 maka w1 menjadi lebih besar daripada w3. Berdasarkan persamaan
(4.24) dan (4.25), dapat disimpulkan bahwa roda-roda yang mempunyai sumbu
putar yang sama mempunyai laju sudut yang sama, sedangkan roda-roda yang dihubungkan dengan sabuk mempunyai laju linier yang sama.
Selain menggunakan sabuk, antara roda yang satu dengan roda yang lainnya dapat juga dihubungkan dengan sebuah rantai. Untuk lebih memahami gerakan roda-roda tersebut, contoh soal berikut dapat membantumu.
Bab 4 Gerak Melingkar 71
Contoh Soal 4.7
Seorang anak memutar pedal sepedanya dengan laju sudut tetap sebesar dua putaran per sekon. Jika jari-jari roda sepeda 20 cm dan jari-jari roda bergeriginya masing-masing 4 cm dan 7 cm, hitunglah:
a. laju linier dan laju sudut roda bergerigi dengan diameter yang lebih kecil dan b. laju linier dan laju sudut roda sepeda
Penyelesaian
a. Laju linier dan anguler roda 1
w2 = 2 putaran/s = 2(2p rad/s) = 12,56 rad/s
|
|
= 0,07 m
20 cm v
|
2 = w2r2
= 12,56 ¥ 0,07 = 0,88 m/s
3 w3
|
Kedua roda dihubungkan dengan rantai
sehingga laju liniernya sama = 0,88 m/s. 2
1 4 cm
|
|
|
= v
|
1 = w1r1
v1
0, 88
w2 7 cm
w1=
r1 = 0, 04 = 22 rad/s
|
Pedal Roda sepeda
b. Laju linier dan sudut roda sepeda atau roda 3.
|
|
w1 = w3 = 22 rad/s
3 = w3
3 = 22 ¥ 0,2 = 4,4 m/s
4.2 Gerak Melingkar Berubah Beraturan
Tahukah Kamu?
Astronot yang berada di pesawat ruang angkasa yang mengorbit mengelilingi bumi, seolah-olah tidak mengalami gaya gravitasi. Benarkah demi- kian? Yang sebenarnya terjadi adalah percepatan sentripetal astronot (yang sama besarnya dengan percepatan pesawat) sama dengan per- cepatan gravitasi Bumi, as = g. Dinding
pesawat tidak memberik an
gaya kepada astroonot sehing- ga merasa kehilangan berat. Hal ini dapat dimengerti dengan membayangk an orang di dalam lift yang bergerak turun dengan percepatan = g.
Sebelum mempelajari gerak melingkar berubah beraturan, kamu perlu mengetahui secara sekilas tentang gaya sentripetal pada gerak melingkar beraturan (pembahasan rinci mengenai gaya sentripetal ini akan diberikan pada bab dinamika gerak). Menurut hukum II Newton, suatu benda yang mengalami gerak dipercepat harus mempunyai gaya netto yang bekerja pada benda tersebut dan besarnya dirumuskan dalam bentuk
F = ma (4.28)
di mana F = gaya, m = massa benda, a = percepatan benda.
|
Agar benda yang bergerak melingkar memiliki laju yang tetap dan tetap dalam lintasan berbentuk lingkaran, gaya harus terus diberikan pada benda tersebut. Apabila gaya dihilangkan, benda akan bergerak pada lintasan lurus. Besarnya gaya yang dibutuhkan agar benda tetap bergerak melingkar dapat ditentukan dengan memasukkan nilai percepatan sentripetal ke dalam persamaan (4.28) sehingga diperoleh persamaan (4.29). Gaya ini juga mengarah pada pusat lingkaran sehingga disebut gaya sentripetal (F ).
|
|
|
= ma
(4.29)
Sementara itu, a = v2 atau a =
2 r sehingga diperoleh
s r s w
Sumber: creative.gettyimages.com
= m v2 (4.30)
|
s r
|
|
72 Fisika dan Kecakapan Hidup untuk SMA
Posted by choliludin
Posted by choliludin 

Posted by choliludin 
